Sebuah rasa yang meliputi lara. Sebuah rasa yang mampu membuatku bertahan lama. Sebuah rasa yang tak pernah bisa aku tafsir. sebuah rasa yang mampu mengubah segalanya. Rasa itu adalah rasa cinta. Rasa yang ada di dalam dada, tersimpan dalam hati. Rasa cintaku padanya. Ini adalah kisah tentang aku dan dia. Tentang perasaan yang tak sengaja terungkap. Tentang sebuah kisah yang berjalan tanpa tau kapan pernah dimulai.
Aku mencintaimu bahkan aku sangat menyayangimu, tapi apalah
arti ucapan aku kalo Allah gak ridho. Masalah masa lalu yang gak bisa aku
terima tapi aku masih bisa jalani hubungan ini bahkan sampai sejauh ini, aku
mampu membuang jauh-jauh kisahmu dan kisah masa laluku. Tapi kali ini beda, aku
ingin semua yang aku lakukan diridhoi Allah, bukan sok alim tapi ini untuk
kepentingan kita bukan hanya aku.
Aku pernah mencoba melepasmu namun aku gagal, aku gak
sanggup untuk pergi darimu. Tapi kali ini aku harus memaksakan diri untuk
mampu. Setidaknya aku berusaha , berusaha mencari ridho Allah. Apapun hasilnya
nanti Allah tau yang terbaik untuk kita. Ana uhibbu fillah ( aku mencintaimu
karena Allah : itu niatnya ). Aku belum tentu dinikahi dengan orang yang aku
cintai tapi aku akan mencintai siapapun yang akan jadi imam ku nanti . Begitu
juga denganmu , kau belum tentu menikahi wanita yang kau cintai tapi kau harus
mencintai siapapun wanita yang menjadi istrimu nanti.
Jalan kita masih panjang. Aku akan memperbaiki diri,
benar-benar membuat diriku pantas untuk dimiliki dunia dan akhirat. Aku hanya
mampu berharap kita akan bersama suatu saat nanti bukan dengan hubungan yang
tak halal tapi dengan hubungan yang halal.

